Anak Terkena Campak, Ini Langkah Sederhana Menghindarinya yang Bisa Dilakukan Orang Tua



Biasanya orang dewasa yang terkena campak asal mulanya karena tertular oleh anak.


Yakni karena kontak erat antara orang tua dan anak saat berada di dalam rumah.


Bila menemui anak terkena gejala campak, sebaiknya orang tua membatasi diri dalam melakukan kontak dengan sang anak untuk mencegah penularan.


Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Cirebon, dr. Sindy Atmadja, M.Ked(Ped), Sp.A mengatakan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan oleh para orang tua. Antara lain:


- Cuci tangan pasca kontak langsung


Untuk menjaga kondisi kesehatan anak, klik disini


- Pakai masker


- Jangan makan sisa makanan anak


Meski begitu, jangan kesampingkan pengobatan yang tepat untuk anak ketika terkena campak.


Biasanya seseorang yang terkena campak dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.


Namun sayangnya, anjuran isolasi mandiri ini rasanya akan sangat sulit jika diterapkan pada anak kecil.


Untuk itu anjuran isolasi mandiri hanya berlaku jika pasien memiliki ibu yang tengah mengandung.


Jika ibu sedang tidak dalam masa mengandung, maka anak tak perlu menjalani isolasi.


"Jadi sebenarnya kalau mamahnya tidak hamil silakan saja, tidak usah isolasi. Karena mamahnya pasti kan juga akan mengurusi anaknya," ungkap Sindy.


Dalam hal ini, anak diperbolehkan tidak melakukan isolasi asal keluarga memahami proses penularannya.


Seperti:


- Kontak langsung


- Saliva


- Bersin dari batuk


- Minum dan makan dalam satu gelas atau piring yang sama


Perbedaan Campak dan Rubella


Campak dan rubella adalah penyakit yang sering dianggap mirip namun sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda.


Keduanya sama-sama berbahaya jika dialami oleh seorang anak.


Campak itu akan sangat berbahaya jika terkena pada anak-anak, terutama jika keluhannya sangat berat dan anak tersebut belum mendapatkan vaksinasi.


"Kalau belum dilakukan booster dan tidak ada kekebalan bisa agak berat, sampai ke paru, otak, dan telinga," kata Sindy.


Lebih terperinci lagi, jika terkena campak Jerman maka bahayanya pada ibu hamil.


Baca juga: Sebelum Ibu Hamil Memutuskan untuk Berpuasa, Seyogyanya Mempertimbangkan Beberapa Hal Ini


Namun keluhan yang ditimbulkan cenderung lebih ringan dibanding jenis campak yang lain.


Proses penularan campak Jerman ini biasanya didapat dari anak-anak usia sekolah yang kemudian mengenai ibu hamil.


"Ibu hamil yang terkena campak Jerman itu bahaya sekali untuk janinnya," ucap Sindy.


Terlebih jika campak ini dialami ibu hamil saat usia kandungan memasuki trimester pertama.


Akibatnya bisa mengalami kongenital rubella syndrom yang mengakibatkan gangguan:


- Jantung


- Kebutaan


- Tuli.


Untuk itu jangan sampai seorang ibu hamil terkena campak Jerman.


Sebagai langkah antisipasinya, pastikan saat anak memasuki usia sekolah mendapatkan vaksinasi campak.


Penjelasan dr. Sindy Atmadja, M.Ked(Ped), Sp.A. ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Cirebon.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak