websitercti.com - Kabar kurang enak didengar datang dari dunia hiburan Tanah Air.
Pedangdut Nassar saat ini tengah terbaring di rumah sakit.
Nassar dilarikan ke rumah sakit beberapa waktu lalu.
Kondisi fisik Nassar tampak kurang baik.
Meski sempat tak mengungkapkan penyakit yang sedang dideritanya, namun tak dari foto yang beredar di media sosial sudah bisa menjelaskan kalau Nassar sedang sakit.
Bahkan warganet juga ngeh dengan perubahan pada tubuh mantan suami Muzdalifah.
Nassar disebut makin kurus.
Lantas apa sebenarnya penyakit yang diderita Nassar?
Penyakit Nassar terungkap berkat sahabatnya.
Salah satu sahabat�Nassar�yakni�Iis Dahlia�belum lama ini terlihat membesuk sang pedangdut.
Bahkan,�Iis Dahlia�juga membeberkan penyakit yang dididap oleh�Nassar.
"Masih di rumah sakit yaa" kata�Iis Dahlia�dikutip TribunStyle.com dari kanal YouTube Intens Investigasi, Sabtu (1/4/2023).
"Ada radang paru-paru," sambungnya.
Menurut Iis Dahlia, keadaan�Nassar�sekarang sudah berangsur membaik.
"Iya baik-baik," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu,�Iis Dahlia�mengaku belum ada rencana untuk menjenguk�Nassar�kembali.
Ia juga berharap�Nassar�sebaiknya lebih banyak beristirahat untuk saat ini.
"Enggak (rencana besuk) biar dia istirahat dulu,"pungkasnya.
Di sisi lain, mantan istri�Nassar�juga sempat menceritakan kondisi kesehatan sang pedangdut.
Mantan sitri�Nassar, Muzdalifah menduga mantan suaminya itu jatuh sakit lantaran kelelahan.
"Mungkin karena kecapekan kali ya," kata Muzdalifah dikutip TribunStyle.com dari kanal YouTube Intens Investigasi, Sabtu (1/4/2023).
Seperti diketahui,�Nassar�kerap memforsir aktivitasnya.
Selain itu,�Nassar�juga diketahui kondisinya makin drop akibat menjalani program diet.
Muzdalifah beranggapan terjadi ketidak seimbangan pada tubuh�Nassar�hingga mengakibatkan sang pedangdut jatuh sakit.
"Karena selalu diforsir tenaganya. Mungkin nggak seimbang, karena Pak�Nassar�juga diet." terangnya.
"Jadi mungkin nggak seimbang di badannya dia, aktivitas dia sama makanan yang di dalam tubuh dia ya, karena diet," sambungnya.
Istri Fadel Islami itu juga sempat menanyakan mengenai program diet yang dijlani oleh mantan suaminya tersebut.
Nassar juga mengaku bahwa dirinya sudah tidak mengkonsumsi nasi sejak satu tahun terakhir.
"Saya tanya kenapa emang diet? karena nggak makan nasi katanya satu tahun," bebernya.
Bahkan sebelumnya�Nassar�juga diketahui memiliki riwayat penyakit lambung.
"Karena kan dia punya gerd, ya lambung gitu," ujarnya.
Atas hal tersebut Muzdalifah menduga berawal dari penyakit lambung yang diidap�Nassar�lah yang membuat sang pedangdut mengalami sesak napas.
"Kan mungkin larinya kan ke napas, sesek gitu ya" kata Muzdalifah.
"Jadi (menggunakan alat bantu napas) untuk membantu pernapasan supaya lancar," pungkasnya.
8 Gejala Radang Paru-paru yang Pantang Disepelekan
Radang paru-paru adalah penyakit peradangan pada rongga udara di bagian dalam paru-paru.
Setiap orang bisa terserang penyakit yang dikenal dengan�pneumonia�ini. Terutama pada kalangan lansia dan pemilik daya tahan tubuh lemah.
Radang paru-paru biasanya lebih parah pada orang tua, bayi dan anak kecil, serta penderita penyakit kronis.
Sebelum membahas gejala�radang paru-paru, kenali lebih dulu penyebab penyakit ini.
Penyebab radang paru-paru
Melansir�NHS, penyebab radang paru-paru bisa beragam, antara lain:
Infeksi bakteri seperti�Streptococcus pneumoniae,�Mycoplasma pneumoniae,�Chlamydophila pneumoniae, sampai�Legionella pneumophila
Infeksi virus seperti virus corona atau influenza
Infeksi jamur seperti�Pneumocystis jirovecii, coccidioidomycosis, histoplasmosis, dan cryptococcus
Terpapar zat berbahaya seperti asap atau bahan kimia
Efek samping penggunaan alat bantu pernapasan ventilator
Masing-masing penyebab radang paru-paru atau pneumonia ini biasanya memiliki gejala khas.
Gejala radang paru-paru
Melansir�American Lung Association, gejala radang paru-paru bisa ringan sampai parah.
Tubuh penderita akan merespons radang paru-paru berdasarkan penyebab penyakit, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Terdapat tanda dan gejala radang paru-paru secara umum, antara lain:
Batuk, terkadang disertai lendir berwarna kehijauan, kuning, atau berdarah
Demam, berkeringat, menggigil
Sesak napas
Napas jadi cepat dan pendek-pendek
Dada sakit saat digunakan untuk menarik napas dalam atau batuk
Tidak selera makan, lemas, dan lelah
Mual dan muntah
Kebingungan atau mengigau
Gejala radang paru-paru yang berasal dari infeksi bakteri biasanya disertai demam tinggi, tubuh banyak keluar keringat, napas dan denyut nadi jadi sangat cepat, bibir dan kuku kebiruan, sampai mengigau.
Gejala tersebut bisa muncul secara bertahap atau mendadak. Jenis pneumonia ini umumnya membutuhkan perawatan medis.
Sedangkan gejala radang paru-paru yang berasal dari infeksi virus biasanya muncul selama beberapa hari.
Penderita biasanya merasakan demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Selang satu atau dua hari kemudian, gejalanya bisa memburuk disertai sesak napas dan nyeri otot.
Jika muncul gejala radang paru-paru, segera konsultasikan ke dokter. Terutama jika penderita mengalami sesak napas sampai beberapa bagian tubuhnya kebiruan, disertai nyeri dada, dan batuk semakin parah.
Penyakit ini dapat diketahui dengan pasti lewat pemeriksaan fisik, tes darah, rontgen dada, sampai menggunakan alat�pulse oxymeter�untuk menakar tingkat saturasi oksigen dalam darah.
Artikel ini telah tayang di�TribunStyle.com dan dari artikel yang telah tayang di Kompas.com�
